Cinta Rasul

Ayura hijab, satu langkah kecil menuju muslimah yang insyaallah diridhai Allah

Gamis syar'i 1126 - anak dan dewasa


Stelan gamis dan kerudung untuk anak berbahan dasar kaos rayon spandex yang adem dan nyaman, dengan warna-warni cerah kesukaan anak. Harga 275 ribu (gamis+kerudung)


Stelan gamis dan kerudung untuk dewasa berbahan dasar kaos rayon spandex yang adem dan nyaman, dengan pola desain dan warna kontemporer. Harga 350 ribu (gamis+kerudung)




Gamis katun dewasa dengan pola desain menarik dan pilihan warna up-to-date, nyaman untuk pakaian sehari-hari. Harga 195 ribu. Jumlah terbatas.

Hubungi 081212 803 211. PIN BB 30D1B36D. 

Mukena katun jepang

Mukena berbahan katun Jepang yang lembut dan tidak panas, nyaman dipakai untuk melengkapi kesempurnaan ibadah anda. Tersedia dalam 5 pilihan corak dan warna yang menawan ... hijau, kuning, hijau muda, oren, ungu. Harga @250 ribu/set. Satu set terdiri dari atasan, bawahan dan tas. Diskon 20% untuk pembelian minimal 3 set dengan corak/warna yang sama atau berbeda. Hubungi Bu Naldi di 081212 80 3211. Atau add pin BB 30D1B36D. Diproduksi dalam jumlah terbatas, hanya 15 set/warna.

Kaftan eksklusif (SOLD OUT)

Kaftan dengan aplikasi payet dan bordir eksklusif dengan harga menarik :
Rp 250 ribu  Harga promo ! Rp 175 ribu kaftan gamis
Rp 178 ribu  Harga Promo ! Rp 110 ribu kaftan tunik

Hubungi 021-90 440 287 untuk pemesanan.

Abaya Masuk Harrods

Ini bukan kisah si lugu Kabayan masuk Kota, tapi abaya masuk Harrods – departement store premium di jantung London. Bagaimana prospek bisnisnya?
Busana muslim naik kelas, bukan lagi ke Pasar Tanah Abang tapi sudah masuk Harrods. Nah si Harrods ini masuk jajaran tempat shopping orang-orang kaya sedunia. Makanya, untuk sekadar pajangan, abaya – busana muslimah model panjang itu — disandingkan dengan sepatu merek Gucci dan tas merek Hermes.
“Busana muslim bisa masuk butik-butik kelas dunia, apa salahnya,” ujar Hind Beljafla, perancang busana muslim. Tentu, kepemilikan Qatar Holdings atas Harrods membuat semuanya kian mudah. Bahkan sejak pertengahan 2010, karya-karya Bejafla telah mengisi etalase Harrods. Dan mempengaruhi desainer semisal John Galliano berkreasi dengan busana muslim.
Ini seperti cerita tiada asap tanpa api, ada permintaan maka adapula penawaran. Rupanya bisnis baju muslimah ini terbilang besar potensinya. Sebuah survei yang dihajat Fashion University Esmod Prancis menyebut potensi bisnis fashion Muslimah menyentuh angka US$ 96 juta, di seluruh dunia. Ini dengan asumsi, separo dari 1,6 miliar umat Islam dunia menghabiskan US$ 120 untuk membeli pakaian.

Abaya
Demam berkreasi baju muslimah untuk membidik pasar kaum muslim memang menggejala di Eropa. Awal tahun ini, John Galliano bersama 21 desainer lainnya berpartisipasi dalam acara fashion show di Paris di Hotel George V, milik Pangeran Alwaleed Bin Talal dari Arab Saudi. Salah satu karya yang diperagakan adalah abaya senilai US$ 10 ribu. Mahal memang. Tapi tak semahal abaya yang dipajang di Saks Fifth Avenue yang harganya mencapai. Harganya ada pada kisaran US$ 12 ribu per potong. Beberapa dipajang bersebelahan dengan adibusana kelas dunia lainnya.
Lalu, baju muslim juga tak alergi alias pas dipadu padan dengan tas dan sepatu hak tinggi keluaran butik dunia, seperti Christian Dior, Hermes, Channe, dan Gucci. ” Hermes dan Gucci juga berusaha menembus pasar Muslim dengan syal dan produk lainnya,” kata Tamara Hostal, direktur Esmod Dubai. Empat tahun lalu, Christian Dior memiliki satu toko di Timur Tengah, di Dubai. Sejak saat itu, telah membuka outlet di Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Lebanon, Kuwait dan Uni Emirat Arab, sehingga total menjadi 10 unit di wilayah ini.
Hermes dan Gucci juga berusaha menembus pasar Muslim dengan syal dan produk lainnya
Jean-Claude Jitrois, yang berbasis di Paris, mengeluarkan rancangan berbahan sutra terbaru berupa abaya hitam dengan bordir tenunan tangan kulit dan Kristal Swarovski. Beberapa koleksinya dari 40 rancangan terbarunya dijual di Saks Fifth Avenue. “Tidak ada kontradiksi antara modernitas mode Eropa dan modernitas perempuan Timur Tengah,” ujar Jean-Claude Jitrois.
Tamara Al Gabbani, presenter TV dan pengusaha Dubai yang keluarganya berasal dari Arab Saudi, mengatakan ia merasa seperti wanita “Arab modern” dengan abaya modern. Generasi baru muslimah ingin sesuatu yang berbeda. Mereka adalah wanita modis, berpendidikan, dengan karir yang bagus. “Wanita modern ingin menjaga jati dirinya, tetapi juga tampak modis,” kata Alberta Ferretti, desainer asal Italia. Nah, siapa bilang menjaga aurat harus ketinggalan mode?

(Sumber : http://wearmuslim.com/)